Info Terbaru 2022

Ancaman Di Balik Obat (Statin) Penurun Kolesterol Dan Trigliserida

Ancaman Di Balik Obat (Statin) Penurun Kolesterol Dan Trigliserida
Ancaman Di Balik Obat (Statin) Penurun Kolesterol Dan Trigliserida
Banyak Orang Bertanya, Apakah Bahaya Mengkonsumsi/menggunakan Oabat Penurun Kolesterol Dan Trigliserida? - Kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi menjadi membuktikan telah terjadinya disfungsi metabolisme lemak di badan seseorang yang mengalami sindrom X. Penurunan kadar kolesterol dan trigliserida menjadi keharusan semoga tidak memperburuk kondisi kesehatannya.

Kolesterol darah dan trigliserida yang jauh melewati ambang batas normal di khawatirkan memicu penyakit kardiovaskular. Semua hebat sepakat, penyakit jantung yang mematikan sangat berisiko bagi penderita hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia.

Berikut penelitan perihal obat penurun kolesterol dan trigliserida berhasil mengungkapkan fakta perihal keburukan obat tersebut. Statin merupakan obat penurun kolesterol yang paling laku di pasaran.
Obat yang bekerja menghambat HMG CoA dalam memproduksi kolesterol, tetapi secara bersamaan juga obat ini berbahaya alasannya sanggup menurunkan kemampuan badan dalam memproduksi koenzim Q(CoQ10) yang menimbulkan serangan jantung meningkat. 

Koenzim Q10 merupakan substansi serupa dengan vitamin untuk memproduksi energi. Koenzim Q10 juga merupakan antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah pembentukan peroksida lipid yang menimbulkan aterosklerosis.

1. Statin sanggup memicu serangan jantung

Penurunan kadar kolesterol darah yang semua di harapkan bermanfaat untuk menurunkan risiko serangan jantung justru menimbulkan serangan jantung meningkat


2. Statin memicu defisiensi vitamin

Penyusutan kolesterol dalam darah turut mengeliminir vitamin-vitamin larut dalam lemak (A,D, E, K) yang seharusnya di manfaatkan oleh tubuh. Karena itu konsumsi obat penurun kolesterol ibarat tentu akan menurunkan level vitamin yang ada dalam darah.padahal,keberadaan vitamin-vitamin tersebut sangat penting terkait dengan kegagalan memetabolisir kolesterol. Agar metabolisme kolesterol berjalan dengan baik, badan memerlukan kecukupan vitamin D dan E dalam jumlah memadai.

3. Statin sanggup mengganggu kegiatan tiroid

Penurunan kadar CoQ10 menimbulkan terjadinya prosedur melawan tiroid, kekurangan ini akan menghambat kinerja tiroid. Mengonsumsi obat penurun kolesterol ibarat Lipitor, zokor, lovastatin, dan golongan statin lainnya sama saja mengonsumsi obat penghambat tiroid.


4. Statin sanggup menimbulkan kerusakan hati

Konsumsi statin selama tiga tahun berturut-turut akan meningkatkan produksi enzim transaminase dalam serum 3 kali lebih tinggi daripada kondisi normal, sehingga menimbulkan kerusakan hati. Kerusakan hati ialah sebuah tragedi yang menimbulkan disfungsi metabolisme.

5. Memicu rhabdomyolisis

Statin yang dikonsumsi tunggal atau bersama dengan vitamin B3 ( niasin, obat anticendawan, dan calcium channel blocker sanggup menimbulkan rhabdomyolisis.

6. Menyebabkan kerusakan ginjal

Statin yang dikonsumsi bersama gembrifrozil sanggup merusak ginjal, sehingga sanggup berakhir dengan gagal ginjal.

7. Menyebabkan penurunan HDL

Obat penurun kolesterol mempunyai kemampuan menurunkan kolesterol total dan LDL, namun secara bersamaan juga menurunkan kadar HDL. Penurunan kadar HDL berdampak jelek terhadap kesehatan jantung.

8. Meningkatkan risiko terkena diabetes

Efek statin dalam memicu diabetes ada hubungannya dengan ras individu yang mengonsumsinya.

Demikianlah ancaman dibalik obat (Statin) yang merupakan penurun kandungan kolesterol dan trigliserida. [ Halaman selanjutnya : Bahaya di Balik Obat Penurun Tekanan Darah ]

Referensi : Buku diet Anti-X tanpa obat karangan Lanny Lingga PhD
Advertisement

Iklan Sidebar